Minggu, 21 September 2014

Kuratorial Pameran Kerabat


Mencari Kerabat Ditengah Bergulirnya Sejarah 


Judul pameran ini membawa pada pemikiran yang lebih luas bahkan tidak mempunyai batasan wilayah. Secara waktu, juga mempunyai tema yang memungkinkan kekuatan discourse. Kenapa? Kerabat merupakan sesuatu yang harus dicari oleh diri kita masing-masing dalam mengarungi hidup. Itulah kenapa kerabat mempunyai tempat dan waktu diluar batas kehidupan.

Melalui kehidupan sosial kerabat itu mengalami pencarian sepanjang masa. Pertumbuhan pribadi dalam hidup membuat kekerabatan kita juga tumbuh tanpa mengenal batas. Dulu sebelum hadirnya internet, pola pencarian kerabat melalui bahasa oral: obrolan, baik itu disatu wilayah hidup sehari-hari atau wilayah hidup yang melampaui kehidupan sehari-hari, seperti pada kunjungan ke wilayah lain diluar wilayah hidup sehari-hari.

Kondisi inilah yang membuat kerabat berkembang, menuai hasil dengan meluasnya tempat hidup. Bahkan semula tempat kosong tanpa penghuni menjadi berpenghuni ketika terbentuk kekerabatan. Itulah pola kekerabatan dimasa lalu yang akhirnya dimanfaatkan secara negative dalam bentuk kolonialisme. Hingga mempunyai akibat saling menindas. Pola kekerabatan hilang dalam kehidupan sosial.

Tetapi di zaman internet tumbuh pola lain pembentukan kerabat.kembali melebihi batas kehidupan sehari-hari. Yakni, dengan munculnya berbagai alat aplikasi yang tertanam dalam internet. Bahkan proses interneting telah menelusup ke wilayah-wilayah yang dahulunya sulit dijangkau. Melalui interneting maka wilayah tersebut menjadi tempat terbuka dapat diakses setiap orang, walaupun tanpa menginjakan kaki ditempat tersebut. Itulah pola pembentukan kerabat kini, dengan cara khusus, yakni: setiap orang harus menguasai internet.

Pemikiran diatas merupakan landasan bagaimana kerabat dalam hidup itu hadir, setiap saat dalam keseharian kita. Bahkan kerabat menjadi sesuatu yang kita pentingkan jika “rasa” dalam diri kita menjadi yang utama dalam kehidupan. Sebab melalui rasa, kerabat itu muncul, melalui rasa, kekerabatan menjadi awet. Itulah faktor terpenting dalam kerabat yang memberi kita pemahaman tersendiri

Frigidanto Agung, kurator

Tidak ada komentar:

Posting Komentar