Senin, 22 September 2014


preparing exhibition

preparing exhibition














Photo art work Pameran Kerabat
“Bertukar Sapa, Bertukar Karya”

When : 17 September s.d. 24 September 2014
Opening : Rabu, 17 September 2014
Pukul 19.30 WIB
Where : Galeri Serrum
Jl. Gurame No. 3, Rawamangun
Jakarta Timur

Minggu, 21 September 2014

Artist Participant:


1. Kelvin Atmadibrata
2. Ratu R. Saraswati
3. Safirul Islami
4. Amy “Si Monyet Bali”
5. Adek Marhaenika
6. AANK (FCS)
7. Jeany Pebriwayani
8. Moch. Hasrul
9. Jamilah
10. Adi “Dhigel”
11. Chaidir Anwar
12. Rudy Die
13. Dwi Penjol
14. Arvie Juvians
15. Panji Jin
16. Fikri “Mencheng” Azhar
17. Haviz Maha
18. Puji Lestari
19. Muchlis Fachri
20. Bagas Bagol
21. Deya Ayu D.
22. Gema Gems
23. ARRVL
24. Adri Yasin
25. Daniel Ferryansyah
26. Dhado Wacky
27. Retno Tiawan
28. Muhammad Lutfi Nurseptian
29. Ario Kiswinar Teguh
30. Meita Meilita
31. Adi Sundoro
32. Riezky “Ponga”
33. Sopyan Hadi
34. Abdillah Azmi
35. Indra Vahlevy
36. Hari “Otoy” Prasetyo
37. Oceu Apristawijaya
38. Yuka dan Eve
39. Nissal Berlindung
40. Udien Aee
41. Irwan Ahmet
42. Alfin Agnuba
43. Kurma Elda
44. Hilmi Fabeta
45. Wiwin
46. Muhammad Reza Pradityo
47. Asep Topan
48. Auto Collective
49. Reynanto “Ditto”
50. Bujangan Urban
51. Jeong-ok Jeon
52. Ima Angraeni
53. Isrol Media Legal
54. Arief Rachman
55. Ramon
56. Arie Syarifuddin
57. Ise Parking Project
58. Julia Sarisetiati
59. Ary Sendy
60. Keke Tumbuan
61. JAH Ipul
62. CARTER PAPER
63. Andro ( Willow and Wood)
64. Dinakumis Lestari
65. Winanda Suciyadi
66. Mg. Pringgotono
67. M. Sigit Budi S.
68. JJ Adribata
69. Arief Atto
70. Gunawan Wibisono
71. Robo Wobo
72. Rishma Riyasa
73. Eko S. Bimantara
74. Agung Frigidanto
75. Abi Rama
76. Jay Julie
77. Bagasworo Aryaningtyas
78. Indra Ameng
79. Ardi Yunanto
80. Dimas Jayasrana
81. Dimas Yulianto
82. Anita Bonit
83. Mahardika Yuda
84. Uping
85. Ady Oi Rasatya
86. Sarah Fidiyanti
87. M. Haryo Hutomo

Kuratorial Pameran Kerabat


Mencari Kerabat Ditengah Bergulirnya Sejarah 


Judul pameran ini membawa pada pemikiran yang lebih luas bahkan tidak mempunyai batasan wilayah. Secara waktu, juga mempunyai tema yang memungkinkan kekuatan discourse. Kenapa? Kerabat merupakan sesuatu yang harus dicari oleh diri kita masing-masing dalam mengarungi hidup. Itulah kenapa kerabat mempunyai tempat dan waktu diluar batas kehidupan.

Melalui kehidupan sosial kerabat itu mengalami pencarian sepanjang masa. Pertumbuhan pribadi dalam hidup membuat kekerabatan kita juga tumbuh tanpa mengenal batas. Dulu sebelum hadirnya internet, pola pencarian kerabat melalui bahasa oral: obrolan, baik itu disatu wilayah hidup sehari-hari atau wilayah hidup yang melampaui kehidupan sehari-hari, seperti pada kunjungan ke wilayah lain diluar wilayah hidup sehari-hari.

Kondisi inilah yang membuat kerabat berkembang, menuai hasil dengan meluasnya tempat hidup. Bahkan semula tempat kosong tanpa penghuni menjadi berpenghuni ketika terbentuk kekerabatan. Itulah pola kekerabatan dimasa lalu yang akhirnya dimanfaatkan secara negative dalam bentuk kolonialisme. Hingga mempunyai akibat saling menindas. Pola kekerabatan hilang dalam kehidupan sosial.

Tetapi di zaman internet tumbuh pola lain pembentukan kerabat.kembali melebihi batas kehidupan sehari-hari. Yakni, dengan munculnya berbagai alat aplikasi yang tertanam dalam internet. Bahkan proses interneting telah menelusup ke wilayah-wilayah yang dahulunya sulit dijangkau. Melalui interneting maka wilayah tersebut menjadi tempat terbuka dapat diakses setiap orang, walaupun tanpa menginjakan kaki ditempat tersebut. Itulah pola pembentukan kerabat kini, dengan cara khusus, yakni: setiap orang harus menguasai internet.

Pemikiran diatas merupakan landasan bagaimana kerabat dalam hidup itu hadir, setiap saat dalam keseharian kita. Bahkan kerabat menjadi sesuatu yang kita pentingkan jika “rasa” dalam diri kita menjadi yang utama dalam kehidupan. Sebab melalui rasa, kerabat itu muncul, melalui rasa, kekerabatan menjadi awet. Itulah faktor terpenting dalam kerabat yang memberi kita pemahaman tersendiri

Frigidanto Agung, kurator