Mencari Kerabat Ditengah Bergulirnya
Sejarah
Judul pameran ini membawa
pada pemikiran yang lebih luas bahkan tidak mempunyai batasan wilayah. Secara
waktu, juga mempunyai tema yang memungkinkan kekuatan discourse. Kenapa? Kerabat merupakan sesuatu yang harus dicari oleh
diri kita masing-masing dalam mengarungi hidup. Itulah kenapa kerabat mempunyai
tempat dan waktu diluar batas kehidupan.
Melalui kehidupan sosial
kerabat itu mengalami pencarian sepanjang masa. Pertumbuhan pribadi dalam hidup
membuat kekerabatan kita juga tumbuh tanpa mengenal batas. Dulu sebelum
hadirnya internet, pola pencarian kerabat melalui bahasa oral: obrolan, baik
itu disatu wilayah hidup sehari-hari atau wilayah hidup yang melampaui
kehidupan sehari-hari, seperti pada kunjungan ke wilayah lain diluar wilayah
hidup sehari-hari.
Kondisi inilah yang membuat
kerabat berkembang, menuai hasil dengan meluasnya tempat hidup. Bahkan semula
tempat kosong tanpa penghuni menjadi berpenghuni ketika terbentuk kekerabatan.
Itulah pola kekerabatan dimasa lalu yang akhirnya dimanfaatkan secara negative
dalam bentuk kolonialisme. Hingga mempunyai akibat saling menindas. Pola
kekerabatan hilang dalam kehidupan sosial.
Tetapi di zaman internet
tumbuh pola lain pembentukan kerabat.kembali melebihi batas kehidupan
sehari-hari. Yakni, dengan munculnya berbagai alat aplikasi yang tertanam dalam
internet. Bahkan proses interneting telah menelusup ke wilayah-wilayah yang
dahulunya sulit dijangkau. Melalui interneting maka wilayah tersebut menjadi
tempat terbuka dapat diakses setiap orang, walaupun tanpa menginjakan kaki
ditempat tersebut. Itulah pola pembentukan kerabat kini, dengan cara khusus,
yakni: setiap orang harus menguasai internet.
Pemikiran diatas merupakan
landasan bagaimana kerabat dalam hidup itu hadir, setiap saat dalam keseharian
kita. Bahkan kerabat menjadi sesuatu yang kita pentingkan jika “rasa” dalam
diri kita menjadi yang utama dalam kehidupan. Sebab melalui rasa, kerabat itu
muncul, melalui rasa, kekerabatan menjadi awet. Itulah faktor terpenting dalam
kerabat yang memberi kita pemahaman tersendiri
Frigidanto
Agung, kurator